Wednesday, 17 December 2014

Ingin Tembus Penerbitan?

Diarsipkan di bawah: Dunia Publishing
Oleh : Diena Ulfaty


Ingin Tembus Penerbitan? Gampang! Perbaiki Sinopsismu

Apa alasan kamu membeli buku?. Judulnya?. Sinopsisnya?. Mutunya?. Atau apanya?. Kalau aku biasanya membeli buku karena sinopsisnya bagus. Aku mengetahui “ringan” tidaknya sebuah buku dari sinopsisnya dan pengarangnya (kalau sang pengarang sudah terkenal). Menurutku dari semua itu sinopsis lah yang terpenting (yang membuat aku memutuskan untuk membeli sebuah buku) karena dari sinopsis aku bisa meraba-raba isi buku, mengetahui bobotnya, bermutu tidaknya isi buku - (kecuali kalo pengarangnya berbohong dengan sinopsisnya). Tak semua buku yang berada di rak toko buku memiliki sinopsis yang bagus. Aku seringkali menemukan sebuah sinopsis yang dari sisi penulisan kurang menggigit, bahkan terkesan hambar.

Tuesday, 16 December 2014

CARA BIKIN NOVEL (Bagian Kelima)

DRAFT AWAL disempurnakan menjadi DRAFT AKHIR


Untuk dua contoh di atas tentu tidak dapat diuraikan disini karena sudah merupakan satu kesatuan novel secara utuh. Yang jelas, Draft Awal adalah naskah dimana Storyline 3 babak diuraikan tiap scene atau adegan. Draft Akhir adalah untuk proses Aging/pendiaman, termasuk memperhalus kata-kata.

CARA BIKIN NOVEL (Bagian Keempat)

IV. Storyline: Sinopsis 3 babak diurai menjadi detil adegan.
Contoh :

BABAK 1
  1. Di sebuah sekolah di Jakarta. Pagi itu para murid kelihatan mulai dengan aktititasnya sehari-hari; Ada yang berangkat secara sendiri-sendiri atau rombongan. Tiba-tiba Arjun beserta ganknya, datang dengan mobil yang soundsystemnya digeber keras-keras seolah-olah dia mau memamerkan apa yang dia punya. Selain Arjun ada Joni yang playboy, Bocel si tukang pukul, dan juga Robi yang cuma pinter dalam teori cinta tapi terus ngejomblo. Arjun adalah putera tunggak ketua yayasan sekolah. Ekspresi bermacam-macam dari penghuni sekolah terhadap Arjun ada yang cuek,sinis bahkan simpati. Termasuk kelompok remaja putri yang dikomandani Tari Ogut (nama beken dari Tari Wulandari karena ada nama murid yang hampir sama dengannya yakni Tari Sukmaningsih). Gang Tari terdiri dari Tari, Lina “Oneng” Nurlina, dan Setyowati si Jawir. (Ada potensi komedi).

CARA BIKIN NOVEL (Bagian Kedua & Ketiga)

II. Sinopsis
Ide diatas dibuat menjadi alur cerita 3 babak (tidak baku dan bisa dibuat beberapa babak). Babak I adalah perkenalan tokoh dan latar belakang, Babak II adalah muncul dan meningkatnya konflik, Babak.

III konflik memuncak dan berakhir.
Contoh :
BABAK – 1
Latar Belakang
————–TAHUN 2003—————-
Kelas 3 pada SMA naungan sebuah Yayasan Pendidikan di salah satu kota menerima seorang siswi baru pindahan dari kota lain. Syahda Rinaia, demikian nama siswi itu (deskripsi : 17 tahun, kelas 3, anak orang berada, cantik, cerdas, ceria, supel, ekspresif, semampai, bermata indah, berlesung pipi, penikmat sastra dan suka menulis puisi). Kehadiran dara manis ini membuat para cowok dikelas itu berlomba untuk menarik perhatiannya demi meraih cintanya.