Oleh : Diena Ulfaty
Ingin Tembus Penerbitan? Gampang!
Perbaiki Sinopsismu
Apa alasan kamu membeli buku?. Judulnya?. Sinopsisnya?. Mutunya?. Atau apanya?. Kalau aku biasanya membeli buku karena sinopsisnya bagus. Aku mengetahui “ringan” tidaknya sebuah buku dari sinopsisnya dan pengarangnya (kalau sang pengarang sudah terkenal). Menurutku dari semua itu sinopsis lah yang terpenting (yang membuat aku memutuskan untuk membeli sebuah buku) karena dari sinopsis aku bisa meraba-raba isi buku, mengetahui bobotnya, bermutu tidaknya isi buku - (kecuali kalo pengarangnya berbohong dengan sinopsisnya). Tak semua buku yang berada di rak toko buku memiliki sinopsis yang bagus. Aku seringkali menemukan sebuah sinopsis yang dari sisi penulisan kurang menggigit, bahkan terkesan hambar.
Apa
sih sinopsis itu?. Sinopsis merupakan bagian dasar dari sebuah tulisan, seperti
ringkasan sebuah cerita yang panjang. Tetapi bukan sekedar ringkasan biasa,
sebuah sinopsis harus memiliki kekuatan pendeskripsian tentang apa yang
diceritakan.
Biasanya
sebuah sinopsis dikelompokkan menjadi dua kategori umum : pendek dan panjang.
Sinopsis pendek berisi tentang hal-hal yang menarik perhatian kita. Seperti
yang kita lihat di kover bagian belakang dari sebuah novel best seller. Sebuah
sinopsis juga bersifat argumentatif yang bisa menarik perhatian para agen atau
penerbit ketika mendapatkan naskah baru dari seorang penulis. Pendek kata,
sinopsis pendek itu yang akan menentukan apakah para pembaca akan tertarik pada
cerita tersebut.
Berbeda
dari sinopsis pendek, sinopsis panjang hampir mirip dengan sebuah rangkuman cerita
namun menyimbolkan unsur-unsur penting supaya pembaca tertarik untuk membaca
cerita secara keseluruhan.
Untuk
lebih jelasnya aku akan memberikan contoh sinopsis pendek yang aku ambil dari
novel The Testament (Surat Wasiat) karya
John Grisham. Perhatikan contoh berikut.
Troy Phelan – miliader yang sukses
berkat kerja keras seumur hidupnya, eksentrik, suka menyendiri, dan hidupnya
terikat pada kursi roda- memilih mengakhiri riwayatnya dengan terjun dari
lantai empat belas gedung perkantorannya. Keenam anaknya dari ketiga mantan
istrinya sudah lama menunggu kematiannya bagai burung pemakan bangkai. Namun
isi surat wasiatnya mengejutkan semua pihak, seluruh harta warisannya jatuh ke
tangan ahli waris yang tak dikenal – anak di luar nikah yang tak diketahui
keberadaannya.
Nate O’Riley – pengacara yang karir dan
keluarganya berantakan karena ia kecanduan minuman keras dan obat-obatan
terlarang – ditugaskan mencari si ahli waris untuk mendapatkan ketegasan
mengenai status harta warisan itu. Kembali ke dunia nyata memang tidak mudah,
nyawanya nyaris melayang menghadapi keganasan alam hutan Brasil dan godaan dari
dalam dirinya.
__________________________________________
Apa
yang kamu rasakan saat membaca sinopsis di atas?. Tertarik membaca lebih
lanjut?. Itu poinnya. Sinopsis memang dibuat supaya pembaca penasaran terhadap
cerita secara keseluruhan, dan ini bagian dari marketing supaya buku laris
terjual. Bagi seorang penulis yang ingin naskahnya terbit sudah saatnya
mempelajari cara penulisan sinopsis yang baik supaya bisa merayu penerbit.
Tentunya di samping hal lain yang ikut berperan penting pada layak tidaknya
naskah diterbitkan, seperti mutu naskah, cara penyampaian (gaya bahasa), pangsa
pasar, dll.
Ada
dua kunci yang harus kamu pegang ketika membuat sinopsis. Pertama, kamu harus
tahu dan bisa menemukan hal yang menarik, menghebohkan, dan unsur pembangkit
rasa ingin tahu pembaca dalam ceritamu, dan fokuskan dirimu pada hal tersebut.
Jangan pernah berbohong tapi gunakanlah bahasa yang bisa membetot perhatian pembaca.
Buat mereka penasaran.
Kunci
kedua adalah kamu harus bisa mengidentifikasi kata emas yang menjadi bagian
dari ceritamu. Memang hal itu sangat bergantung pada plot dan karakter tetapi
tunjukkan pada pembaca nyawa dari ceritamu.
Dan
Brown, adalah contoh seorang penulis yang piawai bermain kata dan tahu benar
apa yang ingin diketahui oleh pembaca, itulah sebabnya novel-novelnya menjadi
best seller. Sebagai contoh The DaVinci Code. Banyak sekali hal menarik yang
diramu dengan gaya bahasa yang mempesona sehingga mampu membetot perhatian
pembaca. Dan dalam semua karyanya, Brown berhasil membuat pembacanya tersihir.
Mengapa buku-bukunya tersebut menjadi mega best seller yang terjual dengan
angka mengerikan – jutaan kopi?. Jawabannya simple, Da Vinci Code misalnya
merupakan karya yang sungguh berani karena mempertanyakan kebenaran dari sebuah
agama. Nah inilah kuncinya. Banyak sekali orang yang tertarik mengetahui kalau
ternyata sebuah agama besar yang dianut oleh jutaan orang seluruh dunia,
dipertanyakan kebenarannya. Pasti ada banyak kritik yang diterima penulis, tapi
tema yang diangkat tersebut memang mampu menarik perhatian publik. Poinnya
terlihat jelas yang kemudian diramu dengan gaya bahasa yang mampu meyakinkan
pembaca, tak peduli ceritanya benar apa tidak.
Nah
ingin tembus penerbitan?. Perbaiki sinopsismu supaya penerbit mempertimbangkan
karyamu, atau setidaknya mau membacanya dahulu sebelum memutuskan terbit
tidaknya. Jangan sampai penerbit membuang naskah yang dari isinya sebenarnya
bagus tapi sinopsisnya membosankan. Nah selamat mencoba!
Diena
Ulfaty adalah penulis Inspiring Stories for
Kids.
Kisah-Kisah Teladan tentang Kepahlawanan, Kesabaran, Kejujuran dan Cinta. Insya
Allah terbit September tahun ini.
0 komentar:
Post a Comment